Kamis, 30 Oktober 2014

Single journey

Greetings from somewhere over the rainbow! Hahaha. Ngga, ngga. Lagi ada di tempat antah berantah, di atas kereta ekonomi AC, antara Nganjuk dan Madiun. Ini ceritanya lagi otewe ke Klaten. Melanjutkan pencarian kitab suci *ga mau kalah sama Sun Go Kong :p

Mulai jaman kuliah dulu, saya sudah terbiasa kemana-mana yang jaraknya lumayan jauh sendirian. Mudik sendiri. Balik mudik sendiri. Yaa nasib ga punya temen seangkatan sedaerah sih. Wkwkwk
Tapi ternyata saya suka sodara-sodara ngacir sendirian gitu. Jadwalnya jadinya suka-suka saya. Ga ada acara bete nunggu-nungguin. Hihi. Tapi ada betenya juga sih jalan sendirian gitu (nahlohh, ga konsisten yeay eike.. ckck). Kadang suka bingung mau ngapain. Ga ada temen yang bisa dimintain jajannya kalo laper dan saya ga bawa makanan, itu masalah terbesarnya! Haha. Ngga ding, ga segitunya juga kali saya.. :p

Kadang kalo kita jalan sendirian betenya itu ga ada yg bisa diajak ngobrol. Untuk ngatasin ini biasanya saya atasi dengan bawa buku (lebih tepatnya novel, :D) dan mp3 dengan full energy! Selain itu saya juga paling suka ngelamun ngeliatin pemandangan di luar jendela. Fovorit saya kalo perjalanannya siang itu ngeliatin sawah-sawah hijau, kalo malem sukanya ngeliatin lampu-lampu. Romantis-romantis gimanaaaa gitu. Hihihi. Atau kayak gini nih, nulis-nulis ga jelas. Sambil ngebayangin adegan-adegan cool di film-film luar yang artisnya lagi naik kereta dan mandangin pemandangan yang kueeeceeee banget di luar jendelanya. Atau, ini ni yang paling ekstrim: ngebayangin ini kereta adalah kereta yang bakal ngebawa kita ke HOGWARTS!!! Hahahaha.

-salam dari kursi 15A gerbong 5 kereta api ekonomi Sri Tanjung ;)

Rabu, 05 Maret 2014

Hello again

It has been a long time i didnt write anything in this blog. Hehe. It's not like i am so busy , didnt have free time or got no connection of internet, but it just because of my laziness! (〃▽〃)

Now, while i write this post, i'm on train to Klaten for some days. I feel a little bit excited because this trip remembering me about my past. 

Senin, 28 Oktober 2013

Suka baca apa?

Banyak orang yang ketika ditanya, atau ketika kamu-kamu yang pernah merasakan menulis diari miliki teman di jaman-jaman kelabilan SD, hobinya apa? jawabnya:
-  Membaca
+ Membaca apa?

saya berani bertaruh, 50%++ dari para pembaca g bakalan jawab "membaca buku pelajaran!" :D

-  Membaca komik
-  Membaca novel
-  Membaca majalah
dan lain-lain yang tentunya bahan bacaannya tidak terlalu "berat".

Santai, saya juga gitu kok. Hahaha.

Saya suka membaca novel dan agak kurang suka membaca komik. Kenapa g terlalu suka komik?
1. Harga ahal bo' (sebelum tau ada komik online)
2. Cepet habis dibaca, jadi bikin penasaran kelanjutannya, apalagi kalo komiknya bersambung..
3. Bersambung mulu dan itu artinya saya harus keluar duit lagi (g mau rugi banget dah! Hahaha)

Tapi akhir-akhir ini kegemaran saya membaca mulai meluas. Saya mulai melirik biografi-biografi orang terkenal yang bisa menginspirasi, buku-buku panduan kerajinan tangan, buku tentang seputaran pascapanen (aseeeeeek)..

Kegemaran membaca memang harus diteruskan, ditingkatkan dan diturunkan serta ditularkan ke orang-orang sekitar kita!
Yeay!! :D

Kamis, 10 Oktober 2013

Sekelumit cerita tentang Taman Nasional Kutai

Pengen nangis rasanya pas lihat liputan tentang Taman Nasional Kutai di salah satu stasiun TV swasta. Bingung juga iya. Jengkel. Eneg. Campur aduk lah ceritanya!

Jadi gini, kata bapak penanggung jawab TNK (lupa namanya), awalnya, sekitar tahun 1934an, luas TNK itu sekitar 2 juta hektar dan pada tahun 1998 langsung turun drastis luasnya jadi hanya 200 ribu hektar SAJA! Dan luas itu semakin menurun dari tahun ke tahun. Ckckck.

Kondisi ini dipengaruhi karena POPULASI manusia semakin MEMBLUDAK. Manusia mulai menempati dan merambah kawasan TNK dengan menganggap kawasan itu seolah-olah adalah hak mereka sendiri. Tidak hanya itu, mereka juga dengan teganya memperjualbelikan tanah di kawasan TNK. Itu dilakukan oleh para petinggi desa sana loh! Bahkan katanya nih ya, pemerintah daerah setempat bakal merencanakan pembangunan jalan tol yang akan melalui wilayah TNK, pembangunan bandara di tengah wilayah TNK, dan lainnya. Heuu..

Memang sih Kalimantan itu kaya. Batu baranya berlimpah. Kualitas kayunya super. Tapi apakah harus memanfaatkan sumber daya alam itu dengan semena-mena? Harus mengorbankan hidup makhluk Allah lainnya yang terlebih dahulu dan lebih memiliki hak di kawasan itu, seperti orang utan Kalimantan?

Manusia memang sudah terlalu banyak beranak pinak. Dengan kondisi seperti ini, serba salah memang. Dibatasi, manusia butuh itu semua untuk bertahan hidup, tidak dibatasi, manusia jadi serakah dan membabi buta. Huft..

Saya memang bukan orang kehutanan atau orang yang dengan muka ceria ketika diajak atau disuruh ke hutan, tapi saat saya mendengar cerita ini, miris rasanya belum bisa berbuat apa-apa untuk menyeimbangkan Indonesia :(

Salam semangat dan hormat untuk para pecinta keseimbangan dunia dan penegak "keadilan" bagi "seluruh rakyat" Indonesia. Semoga saya bisa membantu anda-anda sekalian, para pendahulu saya. :)
Semoga besok cerah #gagalfokus :P

Rabu, 09 Oktober 2013

A year ago

This is another October in my life. There are so many things happen in this month, one of all is the 19th Tri-University.

I miss this moment so bad. It's almost one year ago, at Bogor. I met many new friends outside Indonesia; Thailand, Japan, China, Vietnam, Australia. Before that, I did some good job with my lecturers and collegueas who being volunteers in this event to prepar all we need for Tri-U. Besides that, as the participant, I did presentation and dance practice, searched souvenirs and other things we did. Aaaa~, how I miss that busy moment!! >.<

This year, one of my best friend I met in last Tri-U will be participate again, her name is Aing. I forget her full name, hehe, but I always remember her unique laugh which will make another people laugh more when see her laugh, haha. Oya, this year, Tri-U will be held in Japan, by Mie University. My friend said that last year participants from Mie University will be the volunteers. Heu, this is will be a reunion for Indonesian and Japan delegation (most of our delegations are last year's volunteers, hehe).

Btw, I have been invited for reunion and halal bihalal for Tri-U's alumny at Bu Endah's home last August, lohh.. I met Disil, Fardil, Kak Potter, Mbak Devi, Hijjaz, Kak Gigi, Kak Faris and Kak Erik. They all alumny of Tri-U except Kak Erik. Hemm, I do thanks to God that I have selected as one of them. They all extraordinary! :D Alhamdulillah.. :)

Tri-U from year to year
At Mekarsari

Sabtu, 05 Oktober 2013

Kebijakan Pemberlakuan Jam Wajib Belajar di Ibukota

Beberapa minggu ini, terutama setelah kejadian kecelakaan maut yang membuat dek Dul jadi tersangka, ramai pemberitaan tentang akan diberlakukannya jam wajib belajar untuk para pelajar di Ibukota. Saya sebagai mantan pelajar, yang Alhamdulillah bukan dari Ibukota, tapi dari desa, hehe, kok rasanya geli-geli g setuju gitu sama rencana ini.

Bukan bermaksud untuk mendukung pelajar g belajar atau bebas berkeliaran di luar rumahnya selama jam 19.00-21.00, tapi tidak semua orang punya kebiasaan yang sama, bapake.. Bisa jadi si anak itu adalah anak yang aktif jadi ada saat-saat tertentu dia diharuskan untuk  keluar rumah mengerjakan/menyelesaikan kreasi-kreasi non akademik dia. Atau mungkin yang banyak kejadian nih ya, ada anak yang jam belajarnya bukan jam segitu, melainkan tengah malam saat kondisi sedang sepi dan hening. Nah loh, trus dengan anak yang seperti ini gimana? Masa mau disamaratakan? Kalo saya mah mending pindah deh, tapi berhubung bukan warga ibukota dan bukan pelajar, jadi saya jalan-jalan aja deh. Haha, g nyambung!

Toh juga kalo mau diputuskan jam belajarnya itu dimulai dari jam 7 malem gitu yah, hal itu agak berat deh kayaknya. Saya sebagai mantan penduduk dari kabupaten tetangganya ibukota kita itu, saya perhatikan anak-anak SMA terutama, mereka itu baru nyampe rumahnya sekitar jam 7 loh pak. Alasannya macem-macem yang pernah sampai di telingan saya, ada yang karena masuknya siang jadinya pulangnya sore, trus kejebak macetnya ibukota yang wuihhh, subhanallah bikin orang yang laper sampe kenyang dan balik laper lagi trus langsung kenyang pas nyampe tujuan, haha, ada yang ikut les dulu, ada yang ikut ekstrakurikuler di sekolah dulu dan lain sebagainya.

Kalo memang rencana ini dilaksanakan untuk mengurangi tingkat perilaku atau kebiasaan negatif dari para pelajar, bukan pelajarnya yang dipaksa gini. Tapi orang tuanya yang harus diberi pengarahan. Orang tuanya atau walinya-lah yang harus diberi pengertian bagaimana mendidik anak yang baik. Jangan cuma bisanya ngasih materi, seperti fenomena akhir-akhir ini yang marak di kota-kota besar, orang tua sibuk bekerja, anak-anak hanya diasuh oleh materi yang melimpah tampa adanya keseimbangan dari kasih sayang orang tuanya

Anak itu kalo dipaksa malah ngenyel. Namanya juga darah muda. Selalu ingin tau dan ingin tau. Jadi sekarang gimana caranya untuk menyeimbangkan keingin-tahuan mereka dengan menyalurkan energi positif biar otak dan perbuatan para generasi muda kita g makin eror!

Salam olahraga, pak! :D


*artikel dari salah satu media online yang saya copas, hehe

Jokowi Didukung Adakan Jam Wajib Belajar

Jokowi Didukung Adakan Jam Wajib Belajar

TEMPO.CO Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana menerapkan jam belajar untuk para siswa di Ibu Kota. “Untuk meminimalisir perbuatan negatif, seperti membolos dan berujung tawuran,” kata Jokowi seusai menghadiri acara Majelis Tafsir Agama di Istora Senayan, kemarin. Jam wajib belajar, menurut dia, berbeda dengan jam malam karena jam wajib belajar lebih menekankan agar siswa disiplin.

Jika kebijakan ini diterapkan, Jokowi menjelaskan, maka seorang siswa dilarang keluyuran di luar sekolah tanpa alasan yang jelas. “Jam wajib belajar akan memantau pergerakan siswa di luar,” ujarnya. Jokowi menilai aturan yang ada sekarang masih longgar sehingga siswa baru ditindak ketika berbuat onar. Namun Jokowi tidak mau terburu-buru mengesahkan aturan jam wajib belajar. “Harus minta pendapat dulu dari Dinas Pendidikan, komite sekolah dan orang tua murid,” ujarnya.

Pengamat pendidikan, Arif Rahman Hakim menyarankan pemerintah melakukan pendekatan edukatif sebelum menerapkan jam wajib belajar. Pendekatan edukatif itu bisa dilakukan dengan cara sosialisasi kepada siswa oleh orang tua dan sekolah serta memberi contoh. “Supaya siswa dapat menyaring dengan cerdas setiap aturan yang ada,” ujarnya.

Jumat, 04 Oktober 2013

No tittle

Hi everyone (please, let me be convidence that there will be so many people reading my writing, haha).

I wanna say sorry for everyone who felt unpleasent with my posting in English. I just try to learn and improve my english skill. So, for you who excelent or know something false in my posting, please correct me.

Hehe, thanks anyway ^_^

...

Makasi sudah mau membaca..^^