Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2013

Kebijakan Pemberlakuan Jam Wajib Belajar di Ibukota

Beberapa minggu ini, terutama setelah kejadian kecelakaan maut yang membuat dek Dul jadi tersangka, ramai pemberitaan tentang akan diberlakukannya jam wajib belajar untuk para pelajar di Ibukota. Saya sebagai mantan pelajar, yang Alhamdulillah bukan dari Ibukota, tapi dari desa, hehe, kok rasanya geli-geli g setuju gitu sama rencana ini.

Bukan bermaksud untuk mendukung pelajar g belajar atau bebas berkeliaran di luar rumahnya selama jam 19.00-21.00, tapi tidak semua orang punya kebiasaan yang sama, bapake.. Bisa jadi si anak itu adalah anak yang aktif jadi ada saat-saat tertentu dia diharuskan untuk  keluar rumah mengerjakan/menyelesaikan kreasi-kreasi non akademik dia. Atau mungkin yang banyak kejadian nih ya, ada anak yang jam belajarnya bukan jam segitu, melainkan tengah malam saat kondisi sedang sepi dan hening. Nah loh, trus dengan anak yang seperti ini gimana? Masa mau disamaratakan? Kalo saya mah mending pindah deh, tapi berhubung bukan warga ibukota dan bukan pelajar, jadi saya jalan-jalan aja deh. Haha, g nyambung!

Toh juga kalo mau diputuskan jam belajarnya itu dimulai dari jam 7 malem gitu yah, hal itu agak berat deh kayaknya. Saya sebagai mantan penduduk dari kabupaten tetangganya ibukota kita itu, saya perhatikan anak-anak SMA terutama, mereka itu baru nyampe rumahnya sekitar jam 7 loh pak. Alasannya macem-macem yang pernah sampai di telingan saya, ada yang karena masuknya siang jadinya pulangnya sore, trus kejebak macetnya ibukota yang wuihhh, subhanallah bikin orang yang laper sampe kenyang dan balik laper lagi trus langsung kenyang pas nyampe tujuan, haha, ada yang ikut les dulu, ada yang ikut ekstrakurikuler di sekolah dulu dan lain sebagainya.

Kalo memang rencana ini dilaksanakan untuk mengurangi tingkat perilaku atau kebiasaan negatif dari para pelajar, bukan pelajarnya yang dipaksa gini. Tapi orang tuanya yang harus diberi pengarahan. Orang tuanya atau walinya-lah yang harus diberi pengertian bagaimana mendidik anak yang baik. Jangan cuma bisanya ngasih materi, seperti fenomena akhir-akhir ini yang marak di kota-kota besar, orang tua sibuk bekerja, anak-anak hanya diasuh oleh materi yang melimpah tampa adanya keseimbangan dari kasih sayang orang tuanya. 

Anak itu kalo dipaksa malah ngenyel. Namanya juga darah muda. Selalu ingin tau dan ingin tau. Jadi sekarang gimana caranya untuk menyeimbangkan keingin-tahuan mereka dengan menyalurkan energi positif biar otak dan perbuatan para generasi muda kita g makin eror!

Salam olahraga, pak! :D


*artikel dari salah satu media online yang saya copas, hehe

Jokowi Didukung Adakan Jam Wajib Belajar

Jokowi Didukung Adakan Jam Wajib Belajar

TEMPO.CO , Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana menerapkan jam belajar untuk para siswa di Ibu Kota. “Untuk meminimalisir perbuatan negatif, seperti membolos dan berujung tawuran,” kata Jokowi seusai menghadiri acara Majelis Tafsir Agama di Istora Senayan, kemarin. Jam wajib belajar, menurut dia, berbeda dengan jam malam karena jam wajib belajar lebih menekankan agar siswa disiplin.

Jika kebijakan ini diterapkan, Jokowi menjelaskan, maka seorang siswa dilarang keluyuran di luar sekolah tanpa alasan yang jelas. “Jam wajib belajar akan memantau pergerakan siswa di luar,” ujarnya. Jokowi menilai aturan yang ada sekarang masih longgar sehingga siswa baru ditindak ketika berbuat onar. Namun Jokowi tidak mau terburu-buru mengesahkan aturan jam wajib belajar. “Harus minta pendapat dulu dari Dinas Pendidikan, komite sekolah dan orang tua murid,” ujarnya.

Pengamat pendidikan, Arif Rahman Hakim menyarankan pemerintah melakukan pendekatan edukatif sebelum menerapkan jam wajib belajar. Pendekatan edukatif itu bisa dilakukan dengan cara sosialisasi kepada siswa oleh orang tua dan sekolah serta memberi contoh. “Supaya siswa dapat menyaring dengan cerdas setiap aturan yang ada,” ujarnya.

Jumat, 17 Mei 2013

Jakarta

Beberapa hari yang lalu, aku sempat main lagi ke Jakarta, kali ini ke daerah Roxy. Daerah ini bisa dibilang wilayah "jajahan" baru buat aku. Haha. Tempatnya g jauh-jauh dari wilayah Gambir, deket sama shelter busway Harmoni juga.

Sebenernya sih kunjungan kali ini dalam rangka nemenin bude aku yang lagi ada semacam seminar di salah satu hotel di daerah Roxy sana. Aku pikir-pikir pas waktu disuruh kesana dan nginep, "lumayan makan enak nih!". Hahaha. Dasar otak mahasiswa yaaa, g bisa disebut kata GRATIS dikit -_______- :P

Hari kedua aku disana, aku diminta buat ngurus tiket kepulangan bude, ngurusin pindah jam terbangnya biar rada majuan dikit. Kebetulan maskapainya Li*n yang kantornya ada di ujung jalan Hsyim Ahsari, depan shelter Harmoni. Aku sudah sempat nanya sama petugas hotel angkutan termudah untuk sampe kesana. Kata abangnya, "naik bajaj aja mba, deket". Setelah dipikir, ditimbang dan akhirnya diputuskan, akhirnya saya memilih untuk jalan kaki saja saudara-saudara! Hahaha

Keluar hotel jam 11 siang. Untungnya waktu itu cuaca Jakarta rada adem, mendung-mendung syahdu syalala gituu. Alhamdulillah. Dari depan hotel ke kantor Li*n butuh waktu 15 menit. Lumayan lah dengan jarak segitu ternyata kecepatan jalan aku masih cukup ok. Hehe. Nah pas pulangnya, udah agak panas karena memang nyaris jam 12 siang. Tapi Allah masih baik sama aku. Anginnya kuenceng banget! :D

Selama perjalanan aku perhatikan di sepanjang jalan, Jakarta ini cantik loh. Gak kalah kok sama negara asia timur yang pernah aku datangi taun lalu. Gedung-gedungnya pun gak kucel-kucel amat. Jalanannya juga oke. Kalo aja kebersihannya dan penataan ruangnya juga sama, mungkin gak perlu keluar negeri deh buat ngerasain "suasana baru" itu.

Semoga di bawah pemerintahan duo Jokowi dan Ahok, Jakarta bisa semakin berbenah dan makin kece badai :D
Aamiin :)

...

Makasi sudah mau membaca..^^