Tampilkan postingan dengan label school. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label school. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2015

Jalan Kaki!

Gara-gara baca postingan si CT tentang #25 Facts about IPB, jadi inget kebiasaan pas jaman ngampus dulu. Hahaha. JALAN KAKI KEMANA-MANA!

Dulu ya, nyaris setiap mahasiswa di IPB (terutama anak TPB - Tingkat Persiapan Bersama itu pasti tau gimana rasanya jalan kaki dari 1 fakultas ke fakultas yang lain. Dari gedung kuliah 1 ke gedung kuliah yang lain. Jangan kira gedung kuliahnya anak TPB dulu sebelah-sebelahan. Beuuuhhhhh. Dari ujung depan ke ujung belakang habis itu balik lagi ke depan. #gempor

Pernah ya dulu saya dapat jadwal yang hot banget. Pagi kuliah di belakang Asrama Silva Pinus. Siangnya di RKA (Ruang Kelas A - Faperta). Sorenya ngesot ke FKH, lantai paling atas pulak! #mateeeeeeeeee'

Kalo pas udara lagi sejuk mah enak. Apalagi dapat tumpangan bis kampus (yang kalo kita mau naik kudu siap-siap cepet-cepetan naik, haha). Tapiii kalo pas lagi panas-panasnya, bis kampus penuh, sepeda kampus waktu itu belum begitu banyak, so satu-satunya yang tersisa jalan kaki. Menyusuri jalan bebatuan Asrama Silva, masuk ke kantin Biru, lewat lorong FPIK - Technopark, masuk lewat Fateta, FEMA, Faperta, RKA! Sampe RKA selonjoran dulu bentar.

Ga lama setelah kuliah siang beres, makan siang trus solat. Kalo masih nutut bisa pulang dulu ke asrama, tidur-tiduran bentar. Jam setengah 3 kurang mulai tarik napas siap-siap ngesot ke FKH.

Yang unik dari Bogor, siangnya itu bisa panas naudzubillah, tapi sorenya bisa langsung turun hujan plus petirnya yang saut-sautan dengan merdunya. Kebayang dong, Bogor yang katanya daerah dengan suara petir terkenceng dan posisi kita ada di gedung yang paling tinggi di kampus Darmaga, level 6 kalo ga salah. Lantai paling atasnya FKH lah pokoknya. Getarannya itu berasa banget booo'..

Pulang-pulang ke asrama tinggal pijet-pijet kaki deh. Haha. Tapi percaya deh itu momen yang dikangenin kalo sudah lulus. Apalagi kayak sekarang. Yang kerjanya kebanyakan duduk. Atau kalau jalan ga terlalu jauh jaraknya dan ga perlu ngos-ngosan. Ga perlu sambil lari-larian..

Kangen IPB :')

Sabtu, 17 Juli 2010

DEUTSCHLAND

Bercita-cita mau ngelanjutin kuliah di Jerman???

Ni, ada beberapa info menarik tentang beberapa universitas yg ada di negerinya PAUL. hoho

1. UNIVERSITAS TEKNOLOGI RHEIN WESTFALEN AACHEN
adalah salah satu universitas yang mengembangkan teknologi ke depan dalam riset maupun aplikasi untuk dunia industri di Jerman. Universitas yang lebih dikenal dengan RWTH Aachen ini terletak di Bundesland NRW. Masih tinggal beberapa yang menggunakan TH (Technische Hochschule) seperti Universität Karlsruhe (TH) dan ETH di Zuerich, Swiss.
Didirikan pada tahun 1870 dengan nama Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (Sekolah Teknik Rhein-Westfalen), pada tahun 1880 statusnya berubah menjadi "universitas teknik" dan namanya disingkat menjadi RWTH.
Saat ini terdapat sekitar 28.000 mahasiswa prasarjana dan 2.400 mahasiswa pascasarjana. Mantan wakil presiden dan presiden Indonesia, B.J. Habibie, adalah lulusan universitas ini.
Universitas RWTH Aachen, TU Muenchen, dan FU Berlin adalah universitas tiga besar untuk ilmu-ilmu teknik di Jerman.

2. UNIVERSITAS HUMBOLDT BERLIN
atau disebut Jerman Humboldt-Universität zu Berlin adalah universitas tertua di Berlin, didirikan pada 1810 sebagai Universitas Berlin (Universität zu Berlin) oleh tokoh reformasi pendidikan dan bahasawan liberal Prussia, Wilhelm von Humboldt, yang model universitasnya sangat memengaruhi universitas-universitas lain di Eropa dan Dunia Barat. Sejak 1828 universitas ini dikenal dengan nama Universitas Frederick William (Friedrich-Wilhelms-Universität), setelah itu menjadi Universität unter den Linden. Pada 1949, diubah lagi menjadi Humboldt-Universität demi menghargai kedua-dua pendirinya, Wilhelm dan saudara laki-lakinya, seorang naturalis, Alexander von Humboldt.
Universitas ini memiliki 11 fakultas, yaitu fakultas hukum, pertanian dan holtikutura, matematika dan IPA I, matematika dan IPA II, kedokteran, filsafat I, filsafat II, filsafat III, filsafat IV, theologi, ekonomi dan administrasi bisnis.

...schichig...

Rabu, 26 Mei 2010

Curcol ahh

udah lebih dari sebulan aku g ngerasain gimana rasanya tidur dibawah jam 10. G PERNAH mungkin! tiap malam selalu begadang. serasa haram tidur sebelum jam 11.
argghhhhh
capek tau gini mulu!
mending kalo sekali2 begadang tu diisi dengan nonton film kek, main gaplek kek, main sembunyi2an kek, main kejar2an kek! tapi itu hanya angan2. bener si main kejar2an, tapi kejar2annyy sama laporan.
laporan is my life now! no laporan no colour!!!
wkwkwkwkw

ternyata g cuma aku yg ngerasa gitu. pas pagi2 masuk kelas, ngeliat sekitar, muka teman2 sekelas pada bengep2, mata bengkak+makin kayak vampir, item2 g jelas di bawah mata, nguap tiap 5 menit sekali, atau bahkan tidur pas dosen lagi nerangin. huhuuu
kasian sekali teman2kuuuu

ujian tinggal 2 minggu bukannya nyiapin buat ujian akhir, malah makin dikejar2 tugas. tugas akhir tak henti2nya. tidakkkkkkkk

yah, apapun itu, tetap semangat teman2ku. tetap semangat tep 45. tetap semangat magenta. gursa, gursa, gursa, cozzzzzz!!!

Sabtu, 24 April 2010

Siapa yang mau ikut aku ke BELANDA??? NGACUNG!!! :p



Hai hai hai teman-temanku yang berbahagia dimanapun kamu berada. Hihi. Aku lagi mikir sesuatu ni (tumben banget ni otak mau kerja? Haha). Aku tu baru baca buku yang judulnya “NEGERI VAN ORANJE”. Buku yang nyeritain tentang 5 mahasiswa Indonesia yang lagi berjuang keras banting tulang peras keringat sampe bisa ngasilin 5 ton liter keringat (Lebay gila gw!!!) kuliah S2 di Belanda. Di berbagai universitas yang ada di Belanda sono.


Dari alur ceritanya sih, asik banget teman! Si pengarang tuh, mas Wahyuningrat, dkk bener-bener bikin aku ngerasain kalo aku lagi di Belanda. Lagi memperhatiin ke lima orang mahasiswa yang lagi belajar untuk nyelesain study mereka. Mulai dari Geri, yang kuliah di Den Haag University, udah tinggal di Belanda dari jaman dia mulai S1. Wicak, alumni Fakultas Kehutanan IPB yang nyangkut kuliah di Wageningen University, IPBnya Belanda gitu loh! Daus, si cungkring asal betawi, yang berangkat ke Belanda karena beasiswa dari Departemen Agama, tempat dia kerja setelah lulus S1, yang ceritanya lagi kuliah di Utrecht University. Trus ada Banjar a.k.a Iskandar. Bocah asal Kalimantan jebolan ITB, Bandung. Last, the only woman for this story, LINTANG!!!A girl from Depok that, argghhh, ribet make bahasa om dan tante bule, cewek lulusan sastra UI yang jago abis narinya boooo. Jumlah universitas di Belanda g cuma sejumlah yang aku sebutin, tapi masih banyak lagi dah. Cekidot aja beberapa gambar dari beberapa universitas di Belanda.


Leiden University


Utrecht University


Vrije Universiteit
Hmmm, bagus bukan? Hayuk atuh kita berangkat! Hehehe.
Di cerita ini, 5 sekawan itu kenalan di tempat dan waktu yang tak terduga, yaitu sama-sama terjebak di sebuah stasiun saat badai. Hmmm. Tapi dari pertemuan yang aneh itu, ujung-ujungnya mereka jadi satu kesatuan yang komplit, bak jamu yang dicampur-campur bahannya tapi bisa jadiin tu jamu punya khasiat yang ajib pisan euy! Hihi. Mereka seakan saling melengkapi dan menjaga satu sama lain di negeri kincir angin, negeri yang DULUNYA itu bekas tuan tanah orang-orang indonesia. Mereka menyebut diri mereka sendiri itu dengan sebutan Aagaban. Huhuuu, jadi terharu ngebayanginnya. Karena aku juga ngerasa sanasib sepenanggungan sama mereka. Aku juga lagi berusaha untuk meraup ilmu di kota yang sebelumnya g pernah aku bayangin jaraknya dari rumah aku, Situbondo-Bogor.
Pengen banget dah rasanya main-main sambil sedikit (banyak juga gapapa, alhamdulillah. Hehe) nyuil ilmu di Belanda. Disana tu ada banyak universitas yang nyediain berbagai bidang studi ilmu yang mungkin bakal cocok sama minat kamu-kamu dan aku-aku. Ada universitas Wageningen yang bener-bener PERTANIAN banget. Yang ditunjang pula dengan kota/daerahnya yang terletak di pedesaan Belanda. Eitss, tapi jangan salah, universitasnya, utamanya bangunannya nggak ndeso loh. Mantap pokokna mah. Ada universitas ... yang nyediain jurusan tentang hukum. Kamu bisa study lapang langsung kalo belajar hukum di Belanda, secara Belanda itu kan ada Den Haag, kota tempat institusi hukum dunia bercokol. Trus ada juga jurusan-jurusan lain seperti teknologi, engineering, filsafat, kedokteran, ilmu pasti ataupun sosial, dan banyak lainnya yang bisa ngebuat kita-kita harus bersyukur bisa dapat kesempatan belajar di sana sementara banyak temen kita lainnya yang H2C (harap-harap cemas ibuuuu) untuk ngarepin bisa nongol di universitas di luar sana. Ya nggak ya nggak??? Hehe. Kalo misalnya kamu belajar tentang tekonologi, engineering, pertanian ataupun apa kek, hehe, banyak hal yang bisa dipelajari disana. Bisa belajar tentang kincir angin, bendungan yang ngebuat Belanda super duper terkenal karena bisa nahan agar air laut g merusak kehidupan daratan Belanda yang juga diterapin di Indonesia pas jaman-jaman perang dulu, ngebangun dam-dam yang oke punya sampe sekarang. Selain itu kita juga bisa observasi langsung tentang pertanian Belanda yang dengan mencengangkannya bisa ngekspor banyak bunga tulip (ha? Oneng! Tulip kan emang khas Belanda dollll!) padahal luas wilayahnya itu g ada setengahnya Indonesia. Hmmm, anak-anak muda yang perhatian sama dunia pertanian Indonesia bener-bener harus belajar sama ahli pertanian Belanda disana nih. Mauuuu (berdoa komat-kamit Allah bakal ngabulin. Aminnn).
Selain daya tarik universitas dan segala macam jurusan yang ditawarin, kita-kita juga bakal lebih tertarik lagi dengan keadaan alam Belanda yang asoy. Kanal-kanal yang lumayan bikin mata seger ngeliat air, bangunan kunonya yang lumayan bikin ingatan kita (mungkin lebih ke ingatan aku kali yak? Hehe) balik k suasana kota aku yang lumayan banyak ditumbuhi (ha? Lw kira tumbuhan neng? Haha) bangunan peninggalan Belanda. Ingatan yang sedikit membantu mengurangi rasa kangen atau home sick ke kampung halaman. Sama yang mungkin bikin aku tertarik banget itu, kita disana bisa naik sepeda keliling kota, ke kampus ataupun jalan-jalan dengan nyaman, coz ada jalur khusus untuk para pengguna sepeda seperti jalur Busway lah kalo di Indonesia. Oh iya, satu lagi kayaknya, banyaknya orang Indonesia atau keturunan Indonesia atau blasteran Indonesia atau bekas eh mantan penduduk Indonesia yang udah bertempat tinggal di Belanda, Jadi, kayaknya kita g bakalan ngerasa terlalu kesepian dan nangis-nangis bombay karena kangen suasana Indonesia. Warung makan Indonesia pun banyak bertebaran loh, so anggep aja kampung sendiri tapi yang kampung yang lagi berusaha memoderenkan dirinya dengan bahasa yang agak beda lahhhh. Kumaha? Hehe. Eh, eh, eh, kamu termasuk orang yang narsis g? Kalo iya, di Belanda sana, banyak tau objek yang bisa jadi background foto kita. Hehe. Obyek0obyek yang tingkat keartistikannya itu tuinggi. Makanya jangan heran kalo Belanda lumayan dijadiin patokan bagi para arsitek dunia. Ayoo para calon arsitek, berangkat gih ke Belanda! Ajak aku jangan lupa!!! Hihi.


Tulip . Tulip . Tulip


Mau foto di depan kincir angin seperti itu? :P

Amsterdam with it’s canal J
Nah, kalopun kita udah diterima jadi mahasiswa di salah satu universitas disana, InsyaAllah kitapun g bakalan telantar deh. Kan ada PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) yang siap (semoga. Hiks. Hehe) jadi guide kita di awal-awal kita nginjekin kaki di Belanda. Tapi jangan keterusan tergantung sama mereka, kasian juga mereka. Mereka juga punya hak dan kewajiban yang harus dikerjain, g Cuma ngurusin kita. Carilah teman yang banyak. Cari teman dari berbagai belahan dunia lainnya yang mungkin aja g bakal kita temui kalo kita tetep sembunyi di bawah kolong tempat tidur kita (y iyalah, masa y iyadong? Haha). Bikin link seluas-luasnya, men! Haha. Ada 1 kabar baik lagi kalau kita berencana untuk sekolah di Belanda. Bahasa yang dipake disana tuh udah bahasa Inggris. Jadi, buat kita-kita yang g bisa cas-cis-cus dengan bahasa belanda, g perlu kebat-kebit bakal celingak-celinguk g jelas karena g bisa berkomunikasi dengan orang-orang disana. Oke kannnn? :p
Hmmm, makin ngebayangin makin g sabar deh pengen ngerasain gimana asiknya belajar dan jadi mahasiswa di salah satu universitas di Belanda. Pengen ngerasain gimana sih hidup di negara 4 musim kayak Belanda, main salju, nangkepin daun-daun yang jatuh dari pohonnya. Cihuyyy. Asikkan. Bodo amat mau norak apa kagak! Eh, tapi gtau lagi kalo bener-bener udah disana. Jaim kali y? Syaraf malu alhamdulillah masih terus online kok. Hehe. Terus, terus, terus, pengen naik sepeda keliling kota. Hahahaha. Terus-terus-terus, kalo mau berpikiran busuk dikit, dengan kita sekolah disana, bisa jadi bahan perbincangan emak-emak kita pas arisan dengan ibu-ibu lainnya. Wkwkwkwk. Ahhh, beneran mupeng ni. Berangkat bareng-bareng yok teman? Mau? Mau? Mau? Hehehe.
Masa Banjar, Lintang, Wicak, Geri dan Daus serta teman-teman lainnya juga bahkan teman-teman kita yang lain bisa sekolah di luar negeri, kitanya nggak? Berjuang untuk memperjuangkan mimpi kitaaa!!!
Y Allah, semoga aja tercapai. Aminnn. :P

...

Makasi sudah mau membaca..^^