Tampilkan postingan dengan label kompeti blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kompeti blog. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

The 19th Tri University Joint Seminar and Symposium

Tetiba (bahasa Aulia banget) aku inget sama my last international event in 2012 gara-gara baca blognya Ninggar. Acara ini dilaksanakan tanggal 21-26 Oktober 2012 TAAAPIII persiapannya booo dari Maret-detik terakhir menjelang 21 Oktober itu. #fiiiuhhh..

Pas Bu Endah ngabarin tentang Tri-U dan ngejelasin apa sih Tri-U itu, apa yang bakalan dilakukan selama Tri-U, siapa saja yang boleh ikutan, apa saja yang harus dikerjakan untuk melaksanakan event ini. Dari situ, aku memang memutuskan untuk ikutan Tri-U. Kapan lagi coba, ikutan kegiatan internasional tanpa ngeluarin duit sama sekali? Secara ini taun terakhir aku di IPB. Tapi kegalauan muncul pas Bu Endah bilang, "Syarat menjadi delegasi IPB untuk Tri_u adalah belum lulus, belum lulus dalam artian bagi mahasiswa tingkat akhir boleh sidang tapi belum dibolehkan untuk wisuda." Aku yang rencana awal pengennya wisuda bulan September jadinya memutuskan untuk terus berperan aktif di Tri-U tapi hanya sekedar jadi volunteer atau relawan, panitia mahasiswa.

Oke, seleksi jadi volunteer sudah and I have passed the selection successfully on the middle of March 2012 but there were no more information or something to do until June 2012. Untuk sementara kerjaan para volunteer hanya berjaga di sekret, nerima email masuk, mbalesin email masuk, dan mulai mempersiapkan hal-hal lain untuk Tri-U. Alhamdulillah dari kegiatan ini aku dapat banyak hal; tambahan teman dari berbagai fakultas baik seangkatan ataupun adek kelas, dari kakak-kakak yang di ditmawa, dosen-dosen yang sering juga nongkrong di sekret kalo lagi ada kerjaan bareng, ngepoin orang-orang yang ngirimin email ke email Tri-U, debat sana debat sini tapi kebanyakan ketawa-ketiwinya dibandingin sama ngotot-ngototannya. Kegiatan ini dibarengin dengan penelitian dan ngerjain PKM.

Tiba-tiba, arus berubah saudara-saudara. Hahaha. Pas liburan lebaran, dosen pembimbing PKM aku, Bu Lenny nelpon dan nyuruh aku nggantiiin si Igoy buat ikutan Tri-U so aku harus bikin paper dalam waktu sehari dan langsung dikirim ke ibu dan itu artinya harus cepet balik ke Bogor, oh my... :|
Oke, setelah itu aku resmi gabung sama tim delegasi Tri-U dari IPB. Latihan presentasi minimal 3 kali di depan Bu Endah dan teman-teman lainnya. Alhamdulillah banyak banget bantuan yang mereka beri buat kemajuan aku dalam presentasi. Ini bukan hal yang gampang, mempresentasikan sesuatu dalam bahasa Inggris di depan orang banyak. Meskipun ini bukan kali pertama aku ngomong di depan orang banyak dalam bahasa Inggris, tapi ini pertama kalinya aku presentasi sekaligus jawab pertanyaan dari orang-orang luar dalam bahasa Inggris.

Meskipun status kita (para delegasi) adalah delegasi IPB, tapi aku tetap jadi volunteer juga. Kita yang merangkap jabatan macem gitu diserahin tugas untuk bantu-bantu di sekretariat. Selain karena kita memang sudah ngerti banyak perjalanan persiapan Tri-U ke-19 ini, kita juga bakal off per 21 Oktober 2012 dan fokus ke delegasi aja. Tapi sayangnya, aku sempat sakit typus 2 minggu sebelum Tri-U dan harus bedrest selama seminggu. Okeee, daripada g ikutan Tri-U mending nurut deh sama dokternya, toh juga sudah dapat ijin dari Bu Endah. Hehehe.

Kita mulai masuk hotel tanggal 21 Oktober jam 2 siang. Sekamar sama Ninggar. Kegiatannya selama hampir seminggu ini adalah:
  • Day 0 - October 21st
    Cocktail party di rumah makan di daerah sentul gitu. Duduk sama dosen Chiang Rai University yang damn banget dia masih muda banget dan mukanya lumayan cakep! Wkwkwkwk. Dia nanya tentang jumlah populasi di Bogor gara-gara dia lihat macet sepanjang perjalanan. Hahaha. Teu ngarti pak, hepunten nya. :P Joget bareng pas para alumni Tri-U nyanyi. Tukeran kartu nama. Duduk semeja sama temen-temen dari Jiangsu Univ Cina. Tengah malemnya anak-anak delegasi Indonesia ngumpul di kamar Dito buat latihan presentasi.
    Perkenalan para ketua delegasi
    (ki-ka : Mie JPG, IPB, Jiangsu Cina, Ibaraki JPG Adelaide AUS,  Chiang Rai ,
    Chiang Mai, Suranaree THAI)
  • Day 1st - October 22nd
    Dijemput jam 7 pagi dari hotel naik bis IPB yang ternyata ada juga yang oke. Hahaha. Opening ceremony, photo session, ceramah di Andi Hakim Nasution dan siangnya langsung dimulai parallel session untuk presentasi peserta di CCR juga pembagian kelompok workshop. Malemnya ada opening party di IICC. Nari dongs kita para delegasi IPB di situ yang akhirnya nyaris semua peserta ngikutin. Hahaha. Rame :D. Tengah malem lagi ngumpul di kamar Dito buat latihan presentasi. *hoooamm
    Bareng Farah dan Jihah dari UPM, kak Echa IPB
    Indonesian delegation
    Photo session
    Prof. Ito, founder of Tri U
    Jadwal presentasi delegasi Indonesia
    Opening party
  • Day 2nd - October 23th
    Dijemput lagi jam 7. Langsung dihantam sama campuss tour ke kandang Fapet-rumah sakit hewan FKH dan kelompok lainnya ke Seafast-Lab. lapang Leuwikopo. Habis itu langsung dilanjut sama kumpul workshop, trus beres makan siang kita ada parallel session. Aku dan Ninggar yang hanya dua-duanya (mahasiswa IPB) masuk ke bidang energi harus stay  di ruang C untuk nonton Bu Endah presentasi. Lainnya yang lagi g presentasi disebar ke 4 ruang lain untuk saling ngedukung temen-temen IPB yang lagi presentasi. Hahaha. Kompaknyaaaaa... Malemnya kita ada cultural night di CCR. Disini IPB nampilin kesenian daerah Indonesia ke para tamu-tamu asing. Dan wow dapat sambutan yang wuah banget dari mereka. Malam ini libur latihannya. Hahaha
    Foto bareng habis coffe break
Selingan latihan presentasi :D
Day 3th - October 24th
  • Hari ini sedikit beda. Kita ada jalan-jalan ke Taman Buah Mekarsari dan TMII. Malemnya kita para mahasiswanya dikelompok-kelompokin terus diturunin di daerah Taman Kencana, dikasih duit dan disuruh makan di luar, social dinner istilahnya. Hahaha. Aku yang sekelompok sama Talitha (volunteer pendamping kami yang jago banget bahasa Jepangnya), Shoko Izumi, Shogo Kakkisaka, Yutaka Jin, Mituo Makino dan Takuma Fuuji yang semuanya anak-anak Mie Univ makan di Kedai Kita. Anak-anak Jepang itu pada dasarnya rame-rame. Mereka yang g suka pedes eh malah bikin challenge gitu nggigit cabe, makan sambel banyak-banyak sampe mukanya merah tapi masih tetep keukeuh buat makan. Dan malah nambah beli lagi sambel pas diajak ke Giant. Ckckck. Dan tetp, malemnya ngumpul di kamar Dito buat latihan presentasi. Hiks..
    High jump!!!
    Titanic in TMII :D
    Sama dosen dari Cina *baik deh bapaknya, beda sama yg lain, hehe
    Anak-anak Jiangsu Univ
      Welcome sir :D
      Traditional House of Situbondo
      Gelo, main upacara2an di bawah tatapan para anak-anak Cina :P
      Foto bareng Prof Ito
      Social dinner : me, Hang Dao, Shogo, Takuma
    • Day 4th - October 25th
      The last day of the 19th Tri-U!!
       Hari ini jadwal aku presentasi. Ninggar, Dito, Fardil , Dissil juga dapat jadwal presentasi hari terakhir. G suka sih sama jadwalnya. Orang sudah seneng-seneng jalan-jalan eh besoknya masih harus mikir >.<! Presentasi kali ini agak beda dengan hari-hari sebelumnya. Kita tempatnya full di IICC. Tapi alhamdulillah presentasi kami lancar. Hahaha. Fiuhh. Habis itu ada kumpul buat our last preparation for the workshop project. Dan alhamdulillah kelompok aku dapat award The Clearest Idea!!! Keren guys! ^_^. Habis presentasi di workshop, kita siap-siap buat closing ceremony dan  closing party. Dandan buat nari merak, saman dan pendet.
      When Fantastic 4 was presented their project
      My presentation
      We are the WINNER!!!
      With my best friend, May from Suranaree University
      Sama Bu Endah
      Ninggarrrrrrrrrrrrr :D
      Full team
    • Day + - October 26th
      Sebenarnya hari itu adalah hari Idul Adha. Berhubung pada kecapean malemnya, kita pada bablas bangun. Tapi alhamdulillah aku dan Ninggar, bisa ikutan solat Id di masjid dekat hotel meskipun g begitu kerasa feel Idul Adhanya. Hahaha. Siang jam 12an, kita kelaperan, makan bareng ke Pizza Hut dekat situ dan pulang bareng! XD
      Hasil tukeran suvenir

    Sabtu, 24 April 2010

    Siapa yang mau ikut aku ke BELANDA??? NGACUNG!!! :p



    Hai hai hai teman-temanku yang berbahagia dimanapun kamu berada. Hihi. Aku lagi mikir sesuatu ni (tumben banget ni otak mau kerja? Haha). Aku tu baru baca buku yang judulnya “NEGERI VAN ORANJE”. Buku yang nyeritain tentang 5 mahasiswa Indonesia yang lagi berjuang keras banting tulang peras keringat sampe bisa ngasilin 5 ton liter keringat (Lebay gila gw!!!) kuliah S2 di Belanda. Di berbagai universitas yang ada di Belanda sono.


    Dari alur ceritanya sih, asik banget teman! Si pengarang tuh, mas Wahyuningrat, dkk bener-bener bikin aku ngerasain kalo aku lagi di Belanda. Lagi memperhatiin ke lima orang mahasiswa yang lagi belajar untuk nyelesain study mereka. Mulai dari Geri, yang kuliah di Den Haag University, udah tinggal di Belanda dari jaman dia mulai S1. Wicak, alumni Fakultas Kehutanan IPB yang nyangkut kuliah di Wageningen University, IPBnya Belanda gitu loh! Daus, si cungkring asal betawi, yang berangkat ke Belanda karena beasiswa dari Departemen Agama, tempat dia kerja setelah lulus S1, yang ceritanya lagi kuliah di Utrecht University. Trus ada Banjar a.k.a Iskandar. Bocah asal Kalimantan jebolan ITB, Bandung. Last, the only woman for this story, LINTANG!!!A girl from Depok that, argghhh, ribet make bahasa om dan tante bule, cewek lulusan sastra UI yang jago abis narinya boooo. Jumlah universitas di Belanda g cuma sejumlah yang aku sebutin, tapi masih banyak lagi dah. Cekidot aja beberapa gambar dari beberapa universitas di Belanda.


    Leiden University


    Utrecht University


    Vrije Universiteit
    Hmmm, bagus bukan? Hayuk atuh kita berangkat! Hehehe.
    Di cerita ini, 5 sekawan itu kenalan di tempat dan waktu yang tak terduga, yaitu sama-sama terjebak di sebuah stasiun saat badai. Hmmm. Tapi dari pertemuan yang aneh itu, ujung-ujungnya mereka jadi satu kesatuan yang komplit, bak jamu yang dicampur-campur bahannya tapi bisa jadiin tu jamu punya khasiat yang ajib pisan euy! Hihi. Mereka seakan saling melengkapi dan menjaga satu sama lain di negeri kincir angin, negeri yang DULUNYA itu bekas tuan tanah orang-orang indonesia. Mereka menyebut diri mereka sendiri itu dengan sebutan Aagaban. Huhuuu, jadi terharu ngebayanginnya. Karena aku juga ngerasa sanasib sepenanggungan sama mereka. Aku juga lagi berusaha untuk meraup ilmu di kota yang sebelumnya g pernah aku bayangin jaraknya dari rumah aku, Situbondo-Bogor.
    Pengen banget dah rasanya main-main sambil sedikit (banyak juga gapapa, alhamdulillah. Hehe) nyuil ilmu di Belanda. Disana tu ada banyak universitas yang nyediain berbagai bidang studi ilmu yang mungkin bakal cocok sama minat kamu-kamu dan aku-aku. Ada universitas Wageningen yang bener-bener PERTANIAN banget. Yang ditunjang pula dengan kota/daerahnya yang terletak di pedesaan Belanda. Eitss, tapi jangan salah, universitasnya, utamanya bangunannya nggak ndeso loh. Mantap pokokna mah. Ada universitas ... yang nyediain jurusan tentang hukum. Kamu bisa study lapang langsung kalo belajar hukum di Belanda, secara Belanda itu kan ada Den Haag, kota tempat institusi hukum dunia bercokol. Trus ada juga jurusan-jurusan lain seperti teknologi, engineering, filsafat, kedokteran, ilmu pasti ataupun sosial, dan banyak lainnya yang bisa ngebuat kita-kita harus bersyukur bisa dapat kesempatan belajar di sana sementara banyak temen kita lainnya yang H2C (harap-harap cemas ibuuuu) untuk ngarepin bisa nongol di universitas di luar sana. Ya nggak ya nggak??? Hehe. Kalo misalnya kamu belajar tentang tekonologi, engineering, pertanian ataupun apa kek, hehe, banyak hal yang bisa dipelajari disana. Bisa belajar tentang kincir angin, bendungan yang ngebuat Belanda super duper terkenal karena bisa nahan agar air laut g merusak kehidupan daratan Belanda yang juga diterapin di Indonesia pas jaman-jaman perang dulu, ngebangun dam-dam yang oke punya sampe sekarang. Selain itu kita juga bisa observasi langsung tentang pertanian Belanda yang dengan mencengangkannya bisa ngekspor banyak bunga tulip (ha? Oneng! Tulip kan emang khas Belanda dollll!) padahal luas wilayahnya itu g ada setengahnya Indonesia. Hmmm, anak-anak muda yang perhatian sama dunia pertanian Indonesia bener-bener harus belajar sama ahli pertanian Belanda disana nih. Mauuuu (berdoa komat-kamit Allah bakal ngabulin. Aminnn).
    Selain daya tarik universitas dan segala macam jurusan yang ditawarin, kita-kita juga bakal lebih tertarik lagi dengan keadaan alam Belanda yang asoy. Kanal-kanal yang lumayan bikin mata seger ngeliat air, bangunan kunonya yang lumayan bikin ingatan kita (mungkin lebih ke ingatan aku kali yak? Hehe) balik k suasana kota aku yang lumayan banyak ditumbuhi (ha? Lw kira tumbuhan neng? Haha) bangunan peninggalan Belanda. Ingatan yang sedikit membantu mengurangi rasa kangen atau home sick ke kampung halaman. Sama yang mungkin bikin aku tertarik banget itu, kita disana bisa naik sepeda keliling kota, ke kampus ataupun jalan-jalan dengan nyaman, coz ada jalur khusus untuk para pengguna sepeda seperti jalur Busway lah kalo di Indonesia. Oh iya, satu lagi kayaknya, banyaknya orang Indonesia atau keturunan Indonesia atau blasteran Indonesia atau bekas eh mantan penduduk Indonesia yang udah bertempat tinggal di Belanda, Jadi, kayaknya kita g bakalan ngerasa terlalu kesepian dan nangis-nangis bombay karena kangen suasana Indonesia. Warung makan Indonesia pun banyak bertebaran loh, so anggep aja kampung sendiri tapi yang kampung yang lagi berusaha memoderenkan dirinya dengan bahasa yang agak beda lahhhh. Kumaha? Hehe. Eh, eh, eh, kamu termasuk orang yang narsis g? Kalo iya, di Belanda sana, banyak tau objek yang bisa jadi background foto kita. Hehe. Obyek0obyek yang tingkat keartistikannya itu tuinggi. Makanya jangan heran kalo Belanda lumayan dijadiin patokan bagi para arsitek dunia. Ayoo para calon arsitek, berangkat gih ke Belanda! Ajak aku jangan lupa!!! Hihi.


    Tulip . Tulip . Tulip


    Mau foto di depan kincir angin seperti itu? :P

    Amsterdam with it’s canal J
    Nah, kalopun kita udah diterima jadi mahasiswa di salah satu universitas disana, InsyaAllah kitapun g bakalan telantar deh. Kan ada PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) yang siap (semoga. Hiks. Hehe) jadi guide kita di awal-awal kita nginjekin kaki di Belanda. Tapi jangan keterusan tergantung sama mereka, kasian juga mereka. Mereka juga punya hak dan kewajiban yang harus dikerjain, g Cuma ngurusin kita. Carilah teman yang banyak. Cari teman dari berbagai belahan dunia lainnya yang mungkin aja g bakal kita temui kalo kita tetep sembunyi di bawah kolong tempat tidur kita (y iyalah, masa y iyadong? Haha). Bikin link seluas-luasnya, men! Haha. Ada 1 kabar baik lagi kalau kita berencana untuk sekolah di Belanda. Bahasa yang dipake disana tuh udah bahasa Inggris. Jadi, buat kita-kita yang g bisa cas-cis-cus dengan bahasa belanda, g perlu kebat-kebit bakal celingak-celinguk g jelas karena g bisa berkomunikasi dengan orang-orang disana. Oke kannnn? :p
    Hmmm, makin ngebayangin makin g sabar deh pengen ngerasain gimana asiknya belajar dan jadi mahasiswa di salah satu universitas di Belanda. Pengen ngerasain gimana sih hidup di negara 4 musim kayak Belanda, main salju, nangkepin daun-daun yang jatuh dari pohonnya. Cihuyyy. Asikkan. Bodo amat mau norak apa kagak! Eh, tapi gtau lagi kalo bener-bener udah disana. Jaim kali y? Syaraf malu alhamdulillah masih terus online kok. Hehe. Terus, terus, terus, pengen naik sepeda keliling kota. Hahahaha. Terus-terus-terus, kalo mau berpikiran busuk dikit, dengan kita sekolah disana, bisa jadi bahan perbincangan emak-emak kita pas arisan dengan ibu-ibu lainnya. Wkwkwkwk. Ahhh, beneran mupeng ni. Berangkat bareng-bareng yok teman? Mau? Mau? Mau? Hehehe.
    Masa Banjar, Lintang, Wicak, Geri dan Daus serta teman-teman lainnya juga bahkan teman-teman kita yang lain bisa sekolah di luar negeri, kitanya nggak? Berjuang untuk memperjuangkan mimpi kitaaa!!!
    Y Allah, semoga aja tercapai. Aminnn. :P

    ...

    Makasi sudah mau membaca..^^