Kamis, 05 April 2012

Third Day

Hari ketiga ASIC..
Tema hari ini lebih santai dibandingkan dengan dua hari sebelumnya yang penuh dengan kegiatan di dalam ruangan. Hari ini kami akan fieldtrip ke beberapa tempat yang sudah diatur oleh panitia. Kami berkumpul pukul 9 waktu setempat, sebelumnya kami sempatkan sarapan, maksudnya mengambil jatah sarapan, kembali, sarapan kami pagi ini sandwich dan atau roti tawar berselai plus teh susu yang oke punya itu. Hmmm, kangen deh rasanya. Sandwichnya enak. Rasa kejunya itu g setajam keju di Indonesia, yang biasa ada di roti-roti keju yang ada di pasaran. Rasanya cenderung tawar tapi enak. Hahaha. Kalo roti tawarnya, ajujur ane belom pernah nyobain. Hehe.

Rombongan fieldtrip dibagi menjadi 2 kelompok, karena jumlah kami yang mencapai hampir 100 orang. Jadi setengah rombongan pertama, yang dipimpin sama Mbak Artis (hehe, maap mbak, nama aslinya Mbak Tisa) berangkat duluan ke ITRI. ITRI ini kalo di Indonesia itu sejajar sama LIPI. Jadi pusat segala riset yang ada di Taiwan. Tapi mereka fokus ke bidang teknologinya.

Pak Yeh lagi diskusi dengan para sopir Bis yang bakal ngangkut kami fieldtrip hari ketiga AISC :)

 Penantian para bidadari di halte bis CHU

Perjalanan ke ITRI g makan waktu lama. Hanya sekitar, hmmm, 30 menitan deh kayaknya. Sampe di ITRI, kami langsung disambut sama pegawai sana. Lupa namanya Ms siapa gitu. Bahasa Inggrisnya oke. Selidik punya selidik, ternyata beliau baru pulang dari Amerika. Hahahha. Pantes! Kita diajakin keliling-keliling show room mereka. Ada macam-macam penemuan yang sudah mereka dapatkan. Beberapa diantaranya ada speaker kertas (maksudnya speaker yang dia itu wujudnya seperti spanduk), pemadam kebakaran otomatis kalo ada asap lengkap dengan lampu penunjuk pintu darurat, trus ada layar elastis, dan lain sebagainya. Tapi sayangnya g boleh ngambil foto kalo disana. Yah maklum juga sih. Itu kan untuk melindungi hasil karya mereka juga sih. Hoho. Setelah muter-muter show room, kami diajak ke bioskop mini mereka untuk ngeliat sejarah ITRI dan hasil-hasil yang sudah mereka temukan. Sempat dengar juga kalo semua produk mereka itu sudah dipasarkan ke seluruh dunia kecuali Cina. Hahaha. Kacau! Padahal induk mereka itu kan Cina. Ckckck.

Setelah beres kunjungan di ITRI, kami g langsung berangkat ke tujuan selanjutnya. Jadi beberapa teman ada yang ngalor-ngidul ngambil foto. Hahaha. Dan disana akhirnya kita ketemu sama yang namanya Sakura! Yeay! Gw sih g sempet ambil foto bareng sakura, cz antriannya panjang banget bo! Haha. Tapi sempat lah sedikit ceklak-ceklik disana. G betah juga. Panas banget waktu itu. Maklum udah mulai siang. Jam 11an lah kayaknya.



ITRI, Hsinchu - Taiwan

Di ITRI :D

Sakura di ITRI

Selanjutnya kami diajak ke Hakka Village. Hakka Village itu katanya perkampungan orang-orang Tionghoa yang ada di Taiwan. Dan mereka adalah orang-orang Tionghoa yang juga sampe di Indonesia. Tapi sayangnya pas sampe sana, kita g ketemu dengan orang-orangnya, satupun. Kita cuma bisa lihat-lihat rumahnya, itu pun dari luar. Trus lihat tempat sembahyang mereka, galerinya gitu (gw sih nyebutnya rumah vampir, haha, habisnya auranya kuat banget dan gw sempat ngebayangin bakal ada vampir yang loncat-loncat nyamperin kita, akhirnya kita -gw dan Ayu- g berani masuk sampe ke dalam, cuma ngelongok-longok dari pintunya doang. :p). Selain foto-foto, kami juga solat dzuhur dan ashar disana + makan siang. Setelah itu, jam 1.30an kayaknya, kita berangkat, balik lagi ke CHU untuk campur tour. Yeay ketemu Mr Yeh! :p

 Di depan rumah tradisionalnya

Klenteng

Di depan rumah vampir :p

 Bagian dalam rumah vampir 


 Solat dzuhur dan ashar di Hakka Village

Jam 2 kita nyampe kampus. Langsung disambut sama Mr. Yeh. Beliau nanya ke kita, kita sudah jalan kemana aja. Trus pas ngeliat kira pada make jaket, dia bilang, dingin ya? Beginilah Hsinchu, The Windy City. Hihii.

Si Bapak ngajak kita keliling kampusnya. Diawali dengan ngelewatin gedung fakultas ekonomi (sebelumnya dia nunjukin ke kita gedung-gedung yang ada disana. Karena waktunya g cukup kalo kita harus ngelilingin semuanya. Sayah sih berharapnya kita bakal main ke Fakultas Tekniknya, tapi ternyata ke ekonomi, Hehe. Yasudahlah..), trus ke fitness center, lapangan, kolam renang, rektorat. Nah di gedung rektorat ini yang ternyata masing-masing lantainya punya fungsi masing-masing, kita diajak ke lantai 5 dan 6, yaitu perpustakaan dan art galery. Perpustakaannya cozy abeeesss dan art galery mantap! Dijamin bakalan betah deh kalo di perpus sana! Mau dari pagi sampe sore juga kayaknya bakal g kerasa boring. Hohoho.

Setelah perjalanan yang super cepat (beneran ini, si Mr Yeh jalannya cepet banget), mau g mau kita harus say goodbye sama beliau. Kita harus berangkat lagi ke Phoison, perusahaan penghasil flash memory.



Foto bersama di depan gedung Fakultas Ekonomi 

Si cowok yang tiba-tiba muncul dan berpose Peace ^^ 

With Mr. Yeh and Baidowi

Tema lukisan yang mendominasi Art Gallery CHU

Postcard yang kita dapat, with Yuni

Salah satu sudut perpustakaan CHU



Buku online

Di depan barisan komik-komik :D

Phoison itu ternyata perusahaan yang mensuplai chip/sirkuit untuk FD/hardware produk-produk ternama, macam Kingston, Toshiba, dan lain-lain. Mereka sengaja g jual merek karena strategi jual mereka emang gitu. Si CEO-nya, Mr Phu, yang ternyata orang asli Malaysia, g segan-segan berbagi pengetahuannya ke kita-kita. Dan sekali lagi, gw nemuin bahwa orang Taiwan itu sentimen sama Cina. Haha. Ketika salah satu temen gw, si Yuni nanya, dia punya FD, baru, trus kena virus, trus ngerusak laptop dia, ehh si bapak langsung motong dan men-judge kalo si temen gw itu pake produk Cina. Hahaha. Ckckck.

Kita mah g lama d Phoison, jam 5 lewat, setelah foto bersama, kami pamit dan kembali ke kampus. Yah yang namanya orang Indonesia, kalo ada yang lebih enak ngapain harus cari yang susah yak? Panitia bilang ke sopir busnya untuk nurunin kita di suatu tempat, gw juga lupa apa namanya. Intinya kita g pengen balik langsung ke kampus, tapi mau main ke Hsinchu kota. Eh si sopir g mau karena itu menyalahi kontrak awal dia dengan Mr. Yeh yang katanya berangkat dan balik itu di shelter bus CHU. Wow! Sopir bus aja segitu disiplinnya yak? ckckck.. Hebat..

Yah akhirnya mau g mau kita balik k kampus dan bagi yang mau jalan lagi setelah itu bakal ada dari panitia yang nemenin kita. Oke. Siap bang, kak! Hahaha. Dan akhirnya, kita jalan jugaaaa ditemani Kak ..... (lupa, gomen kak, hehe) dan Bang ....... (lupa lagi T_T). Intinya kita enjoy deh. Dan ujung-ujungnya saya bisa nuker duit 1000 NT saya dengan receh! Yeay! Bisa naik bis tanpa ngutang. Hehehe.


Di pusat kota Hsinchu

Di depan toko buku, di Hsinchu

Senin, 02 April 2012

First Day

Kesan pertama pas bangun pagi di Hsinchu adalah DINGIN cuy! Padahal itu sudah termasuk kesiangan lho untuk jatah solat Subuh. Hahaha. Gagal ngambil wudhu dengan air hangat sukses ngebuat gw menggigil dari atas sampe bawah, busetttt. Padahal AC sama sekali g kita (gw dan roomate gw, si Titik, anak UI 2008) nyalain. Dengan kondisi seperti itu, yahh dengan terpaksa gw kebut solatnya, hehe, dan kemudian sesegera mungkin kembali ke balik selimut! Gw pasang alarm jam 7.30 untuk siap-siap konferensi jam 9. Berhubung gw dah baca rundownnya untuk H1 yang dimulai jam 9, gw dan si Titik tenang-tenang aja siap-siapnya, meskipun dia bilang sudah ada beberapa orang yang siap (pas waktu itu tepat jam 8). "Bodo amat dah", kata gw. Lawong di rundownnya mulai jam 9 untuk regist dan acara bener-bener mulai jam 9.30 teng. Telat-telat kita turun jam 8.45 lhaa, bisa lah itu sedikit nyomot-nyomot roti kek atau apa kek buat ngganjal perut. Ehhh, ternyata nasib tidak berpihak baik pada kami, kami salah jadwal! Jam 9 acara sudah harus dimulai. Wuaduh, kelaperan nih sampe siang! BT. Hahaha


Foto bersama

Tak disangka tak dinyana, ternyata banyak orang Aceh disana men! Beuh, orang-orang dari provinsi yang ngebet banget pengen gw kunjungi (semoga beneran bisa nginjak tanah Aceh secepatnya, Aamiin ^^).

Untuk hari pertama AISCT ini gak terlalu banyak yang bisa diceritain. Isinya seminar-seminar dengan tema umum ICT. Yaa, meskipun g terlalu banyak  ilmu yang bisa langsung diserap, tapi adalah yang nempel dikit-dikit di kepala, di buku, di baju, di celana, di sepatu, di jilbab, di jidad juga ada. Hahaha. #Kidding :p

Acara hari ini berlangsung dari jam 9 sampe jam 7 malam. Setelah itu kita makan malam rame-rame, peserta dan panitia dan beberapa relawan dari teman-teman mahasiswa Chung Hua University (CHU). Menunya standar makanan Indonesia yang insyaAllah dijamin halal! Alhamdulillah..

Nahh, perjuangan sebenarnya akan dimulai setelah makan malam, kawan! Beberapa dari kami memutuskan untuk latihan bareng untuk persiapan presentasi besoknya. Kalo kelompok saya mah terdiri dari 4 tim, tim saya-Fandi, tim kak Wulan, tim Baidowi-Arif, dan tim si centil Ayu-Ami. Latian mulai dari jam 9-an sampe jam 1. Yaaa, jaga-jaga biar g ngaco-ngaco banget laaa.

Btw, suhu di Hsinchu masih bisa terbilang hangat malam itu. Kayaknya si sekitar 19an derajat Celcius. Jaket masih belum begitu berfungsi. 

Emm, see you, bye-bye! ^^

Kamis, 29 Maret 2012

AISC in Taiwan 2012

Cerita ini dimulai tepatnya sejak awal bulan Februari, ketika gw lagi duduk kedinginan di bis malam untuk kembali ke kota perantauan tercinta, Bogor. Teman setim gw, Fandi, tiba-tiba ng-sms gw dan bilang, "Bek, mau jalan-jalan ke Taiwan gak? Paper kita diterima di acara mereka." WOW!!! Gw yang lagi menahan rasa dingin akibat si bis yang sok berada di Kutub itu nanggepinnya dengan cool. Kepengaruh suasana kali yah? Hehehe

Dari situ, kami berdua mulai kembali merapat ke dosen pembimbing kami, coba untuk merevisi paper sesuai dengan arahan panitia, tanya sini-situ tentang sumber yang bakalan kami pake untuk isi si paper (persiapan pembantaian bo! :p), tunggang langgang nyari dana untuk registrasi, searching tiket, pembentukan kelompok delegasi yang rapatnya pun g pernah bisa full team, ngirim balik ke panitia hasil revisian paper kami, latian, ngubungi panitia untuk persiapan keberangkatan, nyari perlengkapan macam jaket-jaket tebel, topi kupluk, sarung tangan, syal (cz katanya suhu disono berkisar antara 7,9 - 11 derajat Celsius), reservasi tiket, dannnnnnnnn lain-lainnya yang .... wuah, kompleks banget dah perjuangan temen-temen ane gan! Salut untuk mereka, cz tanpa mereka, belum tentu dah tim ini jadi berangkat. Hooho..

Akhirnya, jreeenggg..., the March 16th was coming! Setelah malam sebelumnya berburu mata uang NT (New Taiwan) untuk jatah hidup kami di negeri kue nanas (katanya sih julukan Taiwan itu negeri kue nanas), pagi-pagi banget kami ngumpul di depan Bank BNI Darmaga untuk bareng-bareng berangkat ke bandara Soetta. After chec and re-check, 17 IPB students went to Baranangsiang to catch-up the Damri to Soetta. Hampir setengah isi damri itu rombongan kami. Hahaha. Berisiknya minta ampun dah! Meskipun macet, lapar, sabodo teuing, mangan ora mangan sing penting ngumpul, rek! :p

Bergaya sebelum berangkat

Ngedeprok di Soetta. Kalo kata pepatah nih ye, biarkan kafilah berlalu, foto-foto dan makan siang lanjut terussss :D

Peerbangan 6 jam tidak membuat kami boring sama sekali. Meskipun bahasa yang digunakan sama si pramugari/a kebanyakan bahasa isyarat (cz seperti umumnya orang Cina, mereka g terlalu oke di English), tapi fasilitas dan pelayannya yg membuat kami betah. Makanan+minuman yang oke, tawaran film/kamera untuk negliat kondisi selama penerbangan yang tersedia di masing-masing kursi, mantap lah Ch***a Airlines ini. Hehehe.

Happy dinner guys ^^

Kami take off dr Jakarta pukul 2.40 pm dan sampai pukul 21.30 waktu Taipei (disana waktunya sejam lebih cepat daripada WIB, jadi keitungnya kita sama kayak waktu di Bali). Suhu udara pas pertama kali nyampe ternyata 20 derajat Celcius. Dan you know, itu kerasa gerah buat kami yang dari Bogor. Rata-rata teman-teman gw pada ngelipet lagi jaket-jaket tebel mereka. Hihihi. 

Wellcome to TAIWAN! :D

Kami datang dan dijemput sama Bang Basrul dan bang Joni, mahasiswa Indonesia asal Aceh yang lagi kuliah S2 di salah satu universitas di Kota Hsinchu, gw rada lupa nama univ-nya. Hehehe. Beliau dan 2 orang teman dari UI, bapak-ibu dosen dari bekasi ternyata sudah nunggu kami sejaman. Hahaha. Biasalah men anak-anak katrok mah, setiap space oke buat foto-foto, g bakalan selamat dari jeprat-jepret kamera kami. Hehehe.

Menuju Hsinchu

Sepanjang jalan dari Taoyuan Airport ke Hsinchu, tempat acara kami bakal berlangsung emang sudah sepi banget. Dan meskipun gitu, banyak banget motor berjejer dengan rapih di kanan-kiri jalan. Iseng, aku pun nanya sama bang Joni kenapa pada begini. Katanya disitu tuh aman banget. Kamera dimana-mana. Bang Joni-pun pernah lupa naroh motor lengkap dengan kunci-nya di depan supermarket dari malam-pagi besoknya. Dan itu aman, tanpa ada perubahan sedikitpun. Wow!!! Kapan Indonesia begitu yak? hehehe
Yah, ini pengalaman malam pertama kami sampe di Taiwan. Untuk selanjutnya, disambung besok la yaaa, see you ;)


Sabtu, 18 Februari 2012

Diam aja deuh



Gw sadar ada banyak kesalahan yang gw lakukan. Gw juga sangat menyadari gw sangat-sangat g sempurna. Tapi gw berusaha sebisa mungkin nambal-nambalin bolong-bolong di hidup gw dengan berbuat yang lebih baik lagi. Tapi itu semua rasanya belum cukup. Terlalu besar lobang yang udah gw buat. Termasuk ketika gw ngeliat temen gw ngelakuin kesalahan (dan gw cukup yakin itu memang perbuatan yang salah). Lu tau apa yang gw lakuin ngeliat dia terus-terusan ngelakuin kesalahan itu?

DIAM!

Ya, gw cuma bisa diam. Ngeliatin. Tanpa mencoba untuk meluruskannya. Hahaha. Cupu banget ya gw? G ada usaha sama sekali, coba?! Hah! Tapi perlu teman-teman semua ketahui (teman-teman? Berasa yang banyak aja yang baca? Hehehe. Padahal yang buka bolak-balik, y gw. Yang baca bolak-balik, y gw. Hahaha. #nyenengin ati, boo :p), gw sempat mencoba untuk protes dengan kesalahan itu. Tapi, begitu gw protes, dia menjauh. "Weleh, kenapa malah gini? Pengennya jalan lurus bareng-bareng di jalan yang aman, lah kok malah dia malah sedikit berbelok?", batin gw. Hemm, mungkin dia g mau diganggu kali ya? G mau gw ikut campur masalah pribadinya? Okeoke. Gw diam. Meskipun gw g pernah rela dengan kesalahan itu.

Iya deh. Daripada gw ngurusin orang, ikut campur urusan pribadi orang, mending gw bobok aja deuh. Hehehe. Atau gw ol, menggalau di dunia maya. Hahaha. Gw cuma bisa bantu doa aja semoga temen gw itu dan gw tentunya, selamat. Selamat dunia akhirat. Karena gw pengen gw main lagi sama temen-temen gw semua di surga Allah nanti. Ntar gw dan keluarga besar gw kan bisa saling main. Saling mengunjungi sambil ketawa-ketawa. Aamiin ^^

Jumat, 17 Februari 2012

Manusia.. :)

Setiap orang pasti punya kepribadian yang beda-beda. Ada yang perianggg banget, ada yang sok melow banget, ada yang datar, ada yang suka g jelas sesuai dengan kata hatinya saat itu. Penyebabnya gw sendiri g tau. Mungkin itu sudah "takdir"nya kali punya sifat kek gitu. Tapi apapun itu sifatnya, gw bukan mau cerita dan ngejelasin panjang lebar tentang ciri-ciri keempat sifat itu. Gw cuma mau sedikit bercerita tentang salah satunya. :)

Gw pernah denger si, sifat orang itu dipengaruhi karena golongan darahnya. Tapi gatau deh bener atau nggak. Tapi kadang memang iya, ndak jarang juga salah.

Orang yang pendiam, terlalu pendiam, mungkin bahkan orang lain nganggap orang itu cuek, HATI-HATI, tidak selamanya pikiran itu benar. Seringkali orang pendiam itu orang yang sangat hati-hati dalam melakukan segalanya. Dia terlalu memikirkan efek yang bakal ditimbulin kalo ngelakuin suatu hal, sehingga nggak jarang dia bahkan melewatkan kesempatan emasnya untuk menorehkan prestasi.

Dengan sifatnya itu, pasti bakalan ada sisi positif dan sisi negatifnya. Positifnya mungkin dia bisa memprediksi dan mempersiapkan rencana-rencana cadangan sehingga hasil pekerjaannya tidak terlalu jauh menyimpang, tapi sisi negatifnya, selain dia kehilangan kesempatan, dia juga bisa merugikan orang lain dengan sifatnya itu. Maksudnya disini orang lain yang punya sifat berbeda tentunya dengan si dia ini. Hehehe.

Ketika bergaul pun, dia juga jarang tuh ngebagi perasaannya dengan orang-orang disekitarnya. Seakan-akan dia g punya seseorang yang bisa dipercaya. Tapi, dibalik itu percaya deh, terselip rasa sayang yang begitu besar untuk orang-orang disekitarnya. Dia bakalan ngejaga orang-orang yang dia sayang dengan caranya: diam-diam dan selalu mengelak ketika disuruh mengakuinya. Jadi, jangan berburuk sangka terhadap orang yang seperti itu. Apalagi ketika dia menunjukkan muka masam tapi masih sering curi-curi pandang, itu tandanya dia sedang mengawasi kita. Apakah kita baik-baik saja atau tidak.

Hahahaha. Subhanallah.. Allah begitu beragam menciptakan makhluknya. Sehingga g ada yang monoton di dunia ini. Memang tidak akan ada seorangpun arsitek yang bakal melampaui kemampuan Allah untuk merancang kehidupan di muka bumi ini. ^^

Kamis, 09 Februari 2012

Nasehat

kemarin itu bener2 berjalanan yang membawa banyak manfaat. Manfaat g cuma untuk kelompok PKM gw, temen gw yang mau PL, tapi juga buat gw pribadi. Gw dapat banyak wejangan dari kak Tika's father, "Jadi cewek jangan cuma bisanya minta aja. Istri itu harus bisa kerja. Kalo kamu pinter, suami g bakalan macem2. Tapi kalo kamu kerjanya cuma minta doang, siap2 aja di"sembarangin" sama suaminya. Istri kalo sudah bisa kerja yang macem2, suami bakalan hati2. Pokoknya kalo cewek sudah bisa gitu, banyak deh yang nyamperin. Kalo nggak, boro!". Hahahaha. Dan gw hanya bisa mesam mesem manggut manggut jawab, "Iya, pak". Apalagi ditambah jadi sorotan mata keempat temen2 cowok gw yang waktu itu berangkat barengan. Sial, jadi cewek satu2nya kadang memang susah. Hahahaha. Makasi bapakk^^

Rabu, 08 Februari 2012

Judulnya sih survey^^

Pagi ini, kelompok PKMT gw punya rencana untuk main k rumah mitra kita di Bogor coret sono. Kita udah janjian ngumpul jam 6 pagi di depan BNI, yang Alhamdulillah sesuatu banget temen2 tersayang gw itu g pada ngaret seperti biasa. Hahaha. Sebelum berangkat, kita sempetin buat isi perut dulu deh dengan bubur ayam di depan BNI. Yaa, itung2 manjain si cacing biar g ganggu perjalanan manis kita^^.
Kira2 jam 6.45an lah, kita mutusin buat berangkat. Pagi itu ada 5 orang yang berangkat, gw, si ketua kelompok Rizki, Adhi dan Igoy juga Rudi temen sekelas gw yang mau nyerahin surat PLnya ke Goalpara Sukabumi.
Sampe di rumah mitra yang kebetulan juga kakak kelas (kak tika) sekitar jam 8an. Kepagian emang buat bertamu. Tapi apa boleh buat, kita kan orang sok rajin! Hahaha. Disana, selain ngeliatin pala-proses pengupasan salut biji dan pengeringannya, kita juga diajak main k kebun pala sama bapaknya kak Tika.

Berhubung si Rudi sudah ngambek2 minta dianterin ke Goalpara, akhirnya kita pamit meskipun si singkong masih banyak. Hihihi. Awalnya mah ditawaring buat dibungkus, tapi kita masih jaga gengsi bo'. Isin kata orang Jerman mah :p

Selama perjalanan dari rumah kak Tika ke Goalpara, gw yang dibonceng sama si Igoy selalu istighfar setiap saat dan dimanapun berada. Gimana nggak, lawong diajak ngepot g pake mikir si die-nya. Gw mau ngomong, takut dianya panik dan jadi bikin suasana makin kaco. Jadi yasudah gw mencoba untuk pasrah akan nasib gw selama beberapa jam ke depan. Akhirnya kita sampe juga di tanjakan mau ke Goalpara. Kita bertiga (gw, Rizki dan Igoy) mutusin buat g ikutan naik ke Goalpara karena memang capek banget. Dan panas. Kita ngadem di mushola pinggir jalan sambil jajan. G lama kemudian, 2 cecunguk alay itu muncul. Mereka ketawa2 g jelas dari mereka nyampe, sampe mereka beres solat. G ngerti deh apa aja yang mereka omongin. Maklum pasangan yang lagi hot2nya. Hahaha
Setelah itu, karena memang sudah waktunya makan siang, kita mutusin buat balik ke kota untuk makan. Nanya2 temen asli Sukabumi, ternyata kita disaranin ke Mie Akup di daerah apaaaaa gitu namanya. Mayan mahal men. Tapi yasudah deh yang penting kenyang dulu.

Jam 2.30, setelah kenyang dan g gitu panas2 banget, kita berlima mutusin buat pulang ke Bogor. Dan seperti saat berangkat tadi, gw diajak ngepot kembali sama si Rosi ti Bandung. Dan gw kembali beristighfar. Fiuh fiuh fiuh..
Di tengah jalan, gw nemuin sesuatu yang g bener dari negara ini. Gw ketemu serombongan mobil polisi yang seenaknya make jalan dan ngebunyiin sirine biar kendaraan lainnya pada minggir. Gw bingungnya kenapa cuma gara2 ada mobil polisi yang mau lewat, semua kendaraan harus minggir dan mereka bisa ngebut seenak jidad mereka. Bukannya kita sama2 bayar pajak y pak? Kalian juga g lagi bawa orang yang lagi sekarat kan? Jadi kenapa kalian sok penting gitu? Bisa jelasin ke kita-kita yang g ngerti ini? Mending kalo ambulan gitu yang bawa orang lagi sakit/butuh pertolongan segera. Gw ngerti dan bakalan dengan senang hati ngasih jalan buat si ambulan itu. Huuuuu

Oke, lupain tentang si polisi2 itu. Gw akhirnya nyampe rumah eh kosn jam 5 sore. 2,5 jam dari Sukabumi ke Darmaga. Padahal umumnya 3 jam. Hahaha. Emang gelo2 temen2 gw itu naik motornya. Tapi ada juga si yang bawa motor macem ceribel, si Rudi. Hahahaha

...

Makasi sudah mau membaca..^^